Persampahan

Seperti kota lainnya, Kota Bogor juga menghadapi banyak tantangan dalam pengelolaan sampahnya. Permasalahan pengelolaan persampahan di Kota Bogor muncul dari berbagai aspek yaitu aspek teknis operasional, keuangan, manajemen, dan sosio kultural.

Pengelolaan sampah merupakan sistem yang terkait dengan dengan banyak pihak, mulaidari penghasil sampah (seperti rumah tangga, pasar, institusi, industri, dan lain-lain),pengelola (kontraktor), pembuat peraturan, sektor informal, maupun masyarakat yang terkena dampak pengelolaan sampah tersebut sehingga penyelesaiannyapun membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan keterlibatan semua pihak yang terkait. Kebijakan peningkatan pengelolaan persampahan, dilakukan dengan strategi:

  • Mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu;
  • Meningkatkan penanganan dan pengurangan sampah; dan
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat, perguruan tinggi dan swasta dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan

Teknis operasional pengelolaan sampah perkotaan yang terdiri dari kegiatan pewadahan sampai dengan pembuangan akhir sampah harus bersifat terpadu dengan melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Mekanisme penanganan sampah di Kota Bogor dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

  1. Mekanisme penanganan sampah di lingkungan pemukiman Setelah masyarakat melakukan pemilahan dan pewadahan, sampah dikumpulkan oleh petugas yang dibentuk oleh swadaya masyarakat menuju ke TPS terdekat. Sampah yang telah terkumpul di TPS kemudian diangkut oleh armada pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Bidang Kebersihan.
  2. Mekanisme penanganan sampah di daerah umum (taman, jalan protokol, jalan kolektor). Penanganan sampah di daerah umum dan seperti taman kota, jalan protokol dan jalan kolektor dilakukan oleh petugas penyapuan. Hasil penyapuan diambil/diangkut dengan motor gerobak atau kijang pick up untuk dikumpulkan di TPS terdekat atau langsung di bawa ke Pool (Bidang Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan).
  3. Mekanisme   penanganan   sampah   pasar,   terminal   dan   pusat   perkantoran. Sampah terminal, pusat perkantoran ditangani oleh unit pengelola yang bersangkutan sampai proses pengumpulan di TPS/Container. Khusus sampah pasar sejak tahun 2006 Pengelolaan Sampah Pasar telah dikelola oleh PD Pasar Jaya   (diserahkan   kepada   Pihak   ke   III)   untuk   meningkatkan   partisipatif masyarakat atau pedagang-pedagang. Untuk proses pengangkutannya ke TPA dilakukan oleh Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

 

Tabel Timbulan Sampah Per Kecamatan di Kota Bogor

Kecamatan

Jumlah Penduduk

Volume Timbulan Sampah

 

(data tahun 2013)

(%)

(m3/hari)

Bogor Utara

182.615

18

317

Bogor Selatan

191.468

19

332

Bogor Barat

224.963

22

390

Bogor Timur

100.517

10

174

Bogor Tengah

103.719

10

180

Tanah Sareal

209.737

21

364

Jumlah

1.013.019

100

1.756

 Sumber: Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Bogor 2015-2020

Tabel Cakupan Akses & Sistem Layanan Persampahan Per Kecamatan di Kota Bogor

Kecamatan

3R

Volume Sampah yang terangkut ke TPA

Total

 

(%)

(m3)

(%)

(m3)

(%)

(m3)

Bogor Utara

9,8

8

51

4,1

60,8

12,1

Bogor Selatan

44,04

35,95

38

13,7

82,04

49,65

Bogor Barat

6,12

5

51

2,6

57,12

7,6

Bogor Timur

16,83

13,74

54

7,4

70,83

21,14

Bogor Tengah

0

0

76

0

76

0

Tanah Sareal

23,19

18,93

48

9,1

71,19

28,03

  Sumber: Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Bogor 2015-2020