IUWASH: PDAM Kota Bogor Paling Stabil

04 Oktober 2015

Deputi Chief of Party Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH) Foort Bustraan menyebutkan, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor salah satu perusahaan pengolahan air milik daerah yang paling stabil di tanah air. Ini memudahkan pemerintah pusat untuk berinvestasi di bidang penyediaan air minum.

“Saya sudah berkeliling Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Terus terang saya katakan, di Indonesia hanya PDAM Kota Malang dan Kota Bogor saja yang paling stabil,” kata Bustraan, saat menyampaikan padangannya soal penyediaan air bersih pada Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Rencana SPAM Kota Bogor 2015-2019 Dalam Rangka menunjang Target RPJMN Sektor Air Minum 100%, di Savero Hotel Bogor, Jumat (2/10).

Di Indonesia, kata pria yang sudah 15 tahun menetap di negeri ini, hampir seluruh PDAM mengalami pasang surut kondisi. Fluktuasi ini terjadi karena sering bergantinya pimpinan dan kepala daerah dengan programnya masing-masing. “Kalau PDAMnya stabli, pemerintah pusat akan save untuk berinvestasi. Ini sangat penting,” tegasnya.

Peran kepala daerah dianggap salah satu faktor yang paling mempengaruhi “kehidupan” PDAM. “Sejak saya tinggal di Indonesia dan berkeliling dari Sabang sampai Merauke, saya sangat jarang menemukan walikota seperti bapak Bima Arya yang sangat komit pada layanan air bersih dan sanitasi. Bapeda-nya juga sangat berkomitmen,” kata dia.

Bustraan mengingatkan PDAM Kota Bogor dan PDAM lainnya untuk lebih memperhatikan perubahan iklim. Karena ini akan mempengaruhi ketersediaan air baku akan semakin menyusut.

Dia pun menyarankan agar Kota Bogor melaksakan program Master Meter seperti yang baru-baru ini diterapkan di Surabaya. Menurutnya, Master Meter ini merupakan program strategis yang perlu direplikasi. Dengan program ini masyarakat dapat secara swadaya berkontribusi menggali, memasang pipa, melakukan sambungan ruang, dan melakukan perbaikan kembali bekas galian.

“IUWASH melalui PDAM meningkatkan program akses air minum 2 juta orang di Indonesia, dan akses sanitasi 250 orang di beberapa lokasi di Indonesia, juga mengurangi biaya air bagi masyarakat berpenghasilan rendah di beberapa daerah di Indonesia,” ujarnya.(humas dan sosial)

Sumber : pdamkotabogor.go.id